|
Thursday, 08 May 2008 |
|
Saya mengira perdebatan itu sudah berakhir. Ternyata tidak. Padahal, objeknya sama sekali tidak terlampau esensial. Premis yang paling sering diucapkan adalah; Anda tidak akan pernah kaya jika menjadi pekerja. Jadilah pengusaha, maka anda akan kaya. Itu yang pertama. Yang kedua; Anda tidak akan bisa memiliki waktu untuk keluarga jika jadi pekerja. Jadilah pengusaha, maka anda bisa mengatur waktu anda sendiri. Oleh karenanya, ada yang beranggapan bahwa; menjadi pengusaha itu lebih baik daripada menjadi pekerja. Sebaliknya, sang pekerja menentangnya mati-matian; terutama mereka yang bagus karirnya, tentu saja. Tetapi, sebagian besar karyawan yang biasa-biasa saja hatinya deg-degan. Setiap kali ada pernyataan bahwa menjadi pengusaha itu lebih baik daripada menjadi pekerja; hatinya gundah gulana. Hingga tidurpun tidak nyenyak dibuatnya. Tetapi, manakah sesungguhnya yang lebih baik; menjadi pengusaha, atau pekerja? |
|
Read more...
|
|